Selasa, 04 November 2014

Sejarah TAEKWONDO


Tae kwon-do merupakan salah satu cabang seni olahraga bela diri yang berasal dari Korea Selatan.
Makna dari Taekwondo mempunyai arti yaitu :
Tae = kaki
Kwon = pukulan dengan tangan/tinju
Do  = sistem/cara/seni
Arti kesuluruhan Taekwondo adalah : seni beladiri yang menggunakan kaki dan tangan sebagai senjata beladiri untuk menaklukan lawannya.
Menurut sejarah Tae kwon-do berkembang sejak tahun 37M. Pada masa dinasti Kogooryo di Korea. Masyarakat menyebutnya dengan nama berbeda, yaitu Subak, Taekkyon, taeyon. Tae kwon-do kerap dijadikan pertunjukan acara ritual yang dilakukan oleh bangsa Korea, bela diri Tae kwon-do menjadi senjata bela diri andalan para ksatria. Sejarah panjang Korea pada dinasti Chosun kuno, kerajaan Shila, dan dinasti Koryo pada masa kejayaannya.
Pada saat Korea merdeka pada tahun 1945 rakyat Korea berusaha mengembangkan Taekwondo yang merupakan seni bela diri tradisional Korea, sehingga Taekwondo diterima dan berkembang pesat diseluruh dunia.
WTF adalah suatu badan Federasi Taekwondo Dunia yang resmi berdiri pada tanggal 28 Mei 1973 sebagai Presiden adalah Kim Un Yong bermarkas di Kukkiwon (Seoul) Korea Selatan. WTF program resmi pertahanan nasional kalangan Polisi dan tentara. WTF beranggotakan lebih dari 186 negara
Kejuaraan Dunia pertama kali diadakan oleh WTF pada tanggal 25-27 Mei 1973 di Seoul diikuti oleh 18 Negara.
Tae kwon-do aliran WTF berkembang di Indonesia pada tahun 1975 yang membawa aliran ini adalah Mauritsz Dominggus yang datang ke Indonesia pada tahun 1972 di Tanjung Priok, Jakarta Utara
Pada saat itu Tae kwon-do di Indonesia belum berkembang karena Bela Diri karate lebih dulu hadir di Indonesia seperti aliran Karate Shindoka beberapa pelatih diantaranya : Simon Kaihena – Jopi Yan Rainong – Hady Sugianto – William Giritz – Sukanda – Hasan Johan – Hendry Sanuri (Alm) - Drs. Rosid M. Siregar (Alm) – Mujiman (Alm) dan Harry Tomotala(Perguruan Karate PERKINO). Mereka tersebut bergabung dengan Mauritsz Dominggus berasal dari Ambon yang merupakan pemegang sabuk hitam Taekwondo yang belajar di Belanda dan membentuk perguruan dengan nama KATAEDO. Gabungan kata karate dan Tae kwon-do.
Pada tanggal 15 Juli 1974 atas saran Prof. Kim Ki Ha (Ketua Asosiasi Korea di Indonesia) KATAEDO di ganti nama Institut Tae kwon-do Indonesia (INTIDO). Pada saat itu Prof.Kim Ki Ha sebagai penasehat INTIDO dan atas saran beliaulah INTIDO dipertemukan dengan Duta Besar Korea Selatan dan beliau diutus ke Korea Selatan mengikuti sidang umum II WTF pada tanggal 27 Agustus 1975. Dan Prof.Kim Ki Ha memperjuangkan INTIDO untuk dapat diterima sebagai anggota WTF dan persyaratan WTF supaya INTIDO dirubah menjadi Federasi Taekwondo Indonesia (FTI) sebagai ketua umum Marsekal Muda (TNI) Sugiri.
Pada tanggal 17 juni 1976 FTI resmi menjadi anggota WTF ditandatangani oleh presiden WTF Kim Un Yong.
Pada tahun 1976 Indonesia mendatangkan pelatih dari Korea Selatan dalam rangka program peningkatan mutu dan prestasi Tae kwon-do Indonesia bernama Kim yeong Tae Dan V. Mantan juara kelas berat.
Seiring dengan berkembangnya Taekwondo di Indonesia ada 2 organisasi Taekwondo yaitu FTI (Federasi Taekwondo Indonesia) yang dipimpin oleh Marsekal Muda Sugiri dan PTI(Persatuan Taekwondo Indonesia) dipimpin oleh Leo Lapulisa.
FTI dan PTI pada tanggal 28 Maret 1981 menggelar sebuah pertemuan yang bertajuk MUSYARAH NASIONAL I, demi kemajuan Tae kwon-do Indonesia. MUNAS I tersebut melahirkan kesepakatan bersama untuk menyatukan kedua Organisasi tersebut ke dalam sebuah Organisasi Taekwondo yang sekarang kita kenal Pengurus Besar Taekwondo Indonesia(PBTI) yang diakui oleh WTF dan KONI, sebagai ketua umumnya Bapak Sarwo Edhie Wibowo dengan pelindung langsung dari ketua KONI Pusat Bapak Surono.

Pada tanggal 17 – 18 September 1984 sebagai Ketua umum Munas :
Ke – I : 1984 – 1988 Bapak Letjen TNI AD (Purn.) Sarwo Eddie Wibowo 
Ke – II  : 1988 – 1933 Bapak Letjen TNI AD (Purn.) Soeweno
Ke – III : 1993 – 1997 Bapak Letjen TNI Harsudiyono Hartas
Ke – IV  : 1997 – 2001 Bapak Letjen TNI Mar Suharto
  2001 – 2006
Ke – V  : 2006 – 2010Bapak Letjen TNI Erwin Sudjono

Tae Kwon-do sebagai cabang olah raga resmi di arena PON Ke XI tahun 1985 diselenggarakan di Jakarta
Tae kwon-do dipertandingkan di olimpiade tahun 1992 di Barcelona Spanyol sifatnya ekchibisi dan resminya sendiri pertama kalinya pada olimpiade di Atlanta AS tahun 1996.
Indonesia turut ambil bagian dalam pertandingan eksebisi, dan membawa pulang 4 buah medali, 3 perak, 1 perunggu.
<!--[if !supportLists]-->¨ <!--[endif]-->Medali perak disumbangkan 1) Susilowati, 2) Rahmi Kurnia, 3) Dire Richard
<!--[if !supportLists]-->¨ <!--[endif]-->Medali perunggu disumbangkan 1) Yefi Triaji

video tentang taekwondo.. selamat menyaksikan :)

TEKNIK RENANG GAYA CRAWL

Berikut ini beberapa teknik dalam renang gaya bebas.

1.  Gerakan Kaki

Gerakan kaki pada renang gaya bebas yaitu kaki digerakkan ke atas dan ke bawah secara bergantian (seperti orang yang sedang berjalan kaki). Sementara itu, antara kaki dan paha harus selalu dalam posisi lurus. Dengkul tidak boleh ditekuk.  Gerakan ini harus dilakukan secara terusmenerus.

2.  Gerakan tangan

Ada lima tahapan/fase gerakan tangan pada renang gaya bebas yaitu sebagai berikut.
a.  Posisi awal, kedua tangan lurus di atas kepala (kedua telapak tangan agak berdekatan, tetapi tidak perlu menempel).
b.  Tarik tangan kiri ke bawah, lalu ditarik sampai ke belakang.
c.  Kemudian, angkat tangan kiri keluar dari permukaan air dan ayunkan tangan kiri tersebut sejauh mungkin ke depan (ketika tangan di atas permukaan air, siku tangan kiri agak ditekuk di dekat telinga. Selanjutnya, tangan tersebut diluruskan kembali dan diayunkan sejauh mungkin ke depan (masuk ke permukaan air).
d.  Pada saat tangan kiri diangkat keluar dari permukaan air, langsung gerakkan dan tarik tangan kanan ke bawah sampai ke belakang (sama dengan gerakan tangan kiri pada langkah b).
e.  Kemudian, angkat tangan kanan keluar dari permukaan air dan ayunkan tangan kanan tersebut sejauh mungkin ke depan (ketika tangan di atas permukaan air, siku tangan kanan agak ditekuk di dekat telinga. Selanjutnya, tangan tersebut diluruskan kembali dan diayunkan sejauh mungkin ke depan (masuk ke permukaan air). Hal ini hampir sama dengan gerakan tangan kiri pada langkah c. Untuk lebih menguasai gerakan tangan tersebut lakukan gerakan tersebut secara berulang-ulang.

3.  Gerakan Kombinasi Tangan, Kaki, dan Mengambil Napas

Kaki terus bergerak (tidak boleh berhenti) meskipun kita sedang  mengambil napas. Pengambilan napas dilakukan ketika tangan kiri sedang diayunkan ke depan untuk masuk kembali ke dalam air, sedangkan tangan kanan akan naik ke permukaan air. Pada saat itulah, gerakkan kepala ke kanan untuk ambil napas.
Begitu juga jika Anda lebih suka bernapas ke kiri, yaitu dilakukan ketika tangan kanan sedang diayunkan ke depan untuk masuk kembali ke dalam air dan tangan kiri akan naik ke permukaan air. Ketika mengambil napas, kepala tidak boleh diangkat ke atas, tetapi  hanya menoleh ke samping kanan (atau boleh juga ke kiri pilih salah satu  yang menurut Anda lebih nyaman).
Untuk lebih jelasnya, perhatikan uraian berikut.
a.  Kaki terus bergerak (tidak boleh berhenti), walau ketika sedang mengambil napas.
b.  Tangan kanan dan kiri bergerak terus-menerus bergantian (tanpa jeda/istirahat).
c.  Posisi telapak tangan agak menghadap ke luar ketika akan menyentuh permukaan air. Jadi, seolah-olah ujung ibu jari tangan yang menyentuh permukaan air lebih dahulu.
d.  Ketika kepala menoleh ke kanan (atau ke kiri) untuk mengambil napas, kemudian langsung secepatnya gerakkkan kembali kepala ke dalam air. Jangan menunggu gerakan tangan kanan (tangan kiri) selesai.
e.  Agar gaya bebas ini bisa lebih cepat dan gerakannya lebih stabil, pengambilan napas dilakukan setelah 2–3 set gerakan tangan. Jadi, jangan sekali gerakan tangan langsung mengambil napas



TEKNIK KASTI


Teknik Dasar Permainan Kasti. Permainan kasti banyak dimainkan anak anak sekolah dasar: pemain dibagi dua regu, salah satu mendapat giliran jaga dan satu regu lagi mendapat giliran untuk memukul. Disediakan beberapa pos yang ditandai dengan tiang dimana pemain serang (yang mendapat giliran pukul) tak boleh di"gebok" atau dilempar dengan bola. Pemain serang bergiliran memukul bola yang diumpan oleh salah seoarng pemain jaga. Pemain jaga berjaga dilapangan untuk mencoba menangkap pukulan pemain serang. Ketika bola terpukul pemain serang berlari ke pos berikut atau "pulang" ke "rumah" yang dibatasi dengan sebuah garis. Kalau pemain yang sedang lari menuju pos atau pulang dapat di"gebok" dia dinyatakan mati dan kedua regu berganti - regu serang jadi regu jaga dan sebaliknya. Pemain serang yang berhasil pulang mendapat satu angka. Regu yang mendapat angka terbanyak ketika pertandingan berakhir dinyatakan menang. Permainan ini memang menggunakan gerak dasar berlari, memukul bola dengan sebuah tongkat, menangkap dan melempar. Terdiri dari 2 base dengan jarak minimal 20 meter. 

Permainan kasti adalah salah satu permainan yang menyenangkan. Dengan menguasai teknik-teknik permainan gerak dasarnya, kita dapat bermain dengan baik dan tentu lebih menyenangkan. Teknik-teknik dasar permainan kasti meliputi teknik melempar, memukul, dan menangkap bola.

Teknik Dasar Permainan Kasti

a. Melempar Bola
Sebelum melempar bola, kita harus mengetahui cara memegang bola. Cara memegang bola yang benar adalah sebagai berikut.
  • Pegang bola dengan seluruh jari tangan.
  • Pegang bola dengan erat.
  • Jarak jari tangan hendaknya tidak terlalu rapat.
1) Melempar Melambung
Lemparan melambung bertujuan memberikan bola kepada teman yang letaknya agak jauh. Teknik ini digunakan oleh pelempar. Jika kita menjadi pelempar, kita harus dapat melambungkan bola sesuai permintaan pemukul. Lambungan yang benar adalah posisi bola antara pusar dan dada. Cara melakukannya adalah sebagai berikut.
  • Pandangan ke depan.
  • Berdirilah menyamping dengan kaki kiri di depan dan kaki kanan di belakang.
  • Buka kaki dengan lebar.
  • Luruskan lutut kaki kiri dan bengkokkan lutut kaki kanan.
  • Peganglah bola dengan tangan kanan.
  • Luruskan tangan kiri sejajar bahu dan berada di depan.
  • Lemparkan bola dari atas kepala sehingga bola melambung tinggi.
  • Ikuti jalannya lemparan bola dengan tangan.
  • Lakukan berulang-ulang agar lemparan kita menjadi lebih baik
2) Melempar Lurus atau Datar
Teknik ini digunakan untuk melempar pelari atau pemukul. Gunakan tenaga seperlunya, tidak terlalu keras atau terlalu pelan. Teknik ini membutuhkan kecepatan dan ketepatan. Sasarannya adalah punggung atau pantat pelari atau pemukul. Cara melakukannya sebagai berikut.
  • Pandangan ke depan.
  • Berdirilah menyamping dengan kaki kiri di depan dan kaki kanan di belakang.
  • Buka kaki dengan lebar.
  • Luruskan lutut kaki kiri dan bengkokkan lutut kaki kanan.
  • Peganglah bola dengan tangan kanan dan bengkokkan sikut 90 derajat.
  • Luruskan tangan kiri sejajar bahu dan berada di depan.
  • Lemparkan bola sejajar dari kepala agar jalannya bola sejajar dengan dada.
  • Ikuti jalannya lemparan bola dengan tangan.
  • Lakukan berulang-ulang agar lemparan kita menjadi lebih baik
b. Menangkap Bola
Setelah belajar melempar, kita akan belajar menangkap bola dengan baik. Cara menangkap tentu disesuaikan dengan arah bola yang datang. Arah bola terbagi menjadi bola melambung, bola mendatar atau setinggi dada, dan bola menyusur tanah. Kuasailah teknik menangkap ini agar kita dapat menguasai permainan.
1) Menangkap Bola Melambung
  • Berdirilah tegak dengan kaki kanan di depan.
  • Arahkan pandangan ke arah datangnya bola.
  • Bengkokkan siku dan tangan berhadapan.
  • Lemaskan dan renggangkan jari-jari.
  • Tangkaplah bola.
2) Menangkap Bola Mendatar
  • Berdirilah tegak dengan kaki kanan di depan.
  • Arahkan pandangan ke arah datangnya bola.
  • Bengkokkan siku dan tangan berhadapan di dada.
  • Lemaskan dan renggangkan jari-jari.
  • Tangkaplah bola.
3) Menangkap Bola Menyusur Tanah
  • Berdirilah tegak dengan kaki kiri di depan.
  • Arahkan pandangan ke arah datangnya bola.
  • Tekuk kaki kiri dan lutut kaki kanan menempel di tanah.
  • Letakkan kedua telapak tangan saling berhadapan di depan kaki kanan.
  • Tangkaplah bola.
Lakukanlah latihan melempar dan menangkap bola. Kita bisa melakukannya sendiri, misalnya dengan melemparkannya ke tembok. Tapi alangkah lebih baik jika melakukannya dengan teman kita. Lakukanlah secara berpasangan. Lakukan latihan ini dengan jarak dekat dahulu. Setelah menguasainya, lakukan dengan jarak yang semakin jauh sampai 4 m.

c. Memukul Bola
Memukul adalah satu keterampilan yang harus dikuasai pemain kasti. Setiap pemain harus bisa memukul bola dengan berbagai cara. Pukullah bola sejauhjauhnya agar regu penjaga sulit atau tidak bisa menangkapnya. Sebelum belajar memukul bola, cara memegang alat pemukul harus diperhatikan. Cara memegang alat pemukul yang benar adalah sebagai berikut.
  • Condongkan badan ke arah pemukul.
  • Buka kedua kaki selebar bahu.
  • Pegang dengan tangan kanan, tarik kayu pemukul ke belakang sampai bahu.
  • Beri tanda arah bola yang diinginkan dengan tangan kiri.
  • Perhatikan bola dan pukullah.
  • Gerakkan pemukul dilakukan dengan kekuatan gerakan badan dan tangan kanan.
Berlatihlah cara memegang kayu pemukul dengan tepat agar menghasilkan arah dan kekuatan yang diinginkan. Apabila telah menguasainya, berlatihlah cara memukul berikut agar kita bisa menguasai permainan.
1) Pukulan Melambung
Teknik pukulan ini digunakan untuk menghasilkan arah bola yang melambung jauh. Cara melakukannya adalah sebagai berikut.
  • Buka kaki sehingga kaki kiri berada di depan dan kaki kanan di belakang.
  • Serongkan tangan pemegang pemukul 45 derajat ke bawah.
  • Lihatlah arah datangnya bola.
  • Pukullah bola sekuat-kuatnya dengan mengayun tangan pemukul mencapai samping kiri atas.
2) Pukulan Mendatar
Teknik pukulan ini digunakan jika kita menginginkan gerak bola sangat cepat, melesat ke depan. Cara melakukannya adalah sebagai berikut.
  • Buka kaki sehingga kaki kiri berada di depan dan kaki kanan di belakang.
  • Posisikan pemukul agar sejajar dengan bahu.
  • Tangan kiri meminta arah bola mendatar.
  • Lihatlah arah datangnya bola.
  • Pukullah bola sekuat-kuatnya dengan mengayun pemukul secara mendatar.
3) Pukulan Merendah
Teknik pukulan ini digunakan bila kita menginginkan arah jalannya bola yang cepat dan memantul ke tanah. Cara melakukannya adalah sebagai berikut.
  • Buka kaki sehingga kaki kiri berada di depan dan kaki kanan di belakang.
  • Tarik tangan pemegang pemukul ke belakang atas.
  • Lihatlah arah datangnya bola.
  • Pukullah bola dengan mengayunkan pemukul dari atas ke arah bawah.

Ditulis oleh: Tugino
Media Belajar Diperbarui pada: Thursday, September 05, 2013

DASAR PERTAHANAN DALAM PERMAINAN BOLA BASKET

Pertahanan mungkin tidak menjadi bagian yang paling glamor dari basket, tetapi setiap mampu mengatasi penyerangan lawan (bit) sama pentingnya dengan penyerangan. Hal ini merupakan Salah satu mitos pertahanan besar, bagaimanapun, adalah bahwa pemain harus cepat dan cekatan/trampil untuk menjadi penjaga yang efektif. Bahkan, pertahanan terbaik dimainkan dengan antisipasi dan kesadaran tentang apa yang terjadi di sekitar Anda, keseimbangan tubuh yang baik dan gerak dasar. Pertahanan besar juga menuntut upaya besar.
Ingin Beberapa Bukti?
Mantan bintang Boston Celtics Bill Russell dianggap salah satu pemain defensif terbesar sepanjang masa. Russell tidak mencetak banyak dan dia hanya 6-kaki-9, tapi ia dianggap sebagai alasan utama Celtics memenangkan 11 kejuaraan dalam 12 tahun. Russell begitu mendominasi sebagai pemain defensif dan rebounder bahwa ia tidak perlu untuk mencetak banyak poin untuk mendominasi Celtics sebagai sebuah tim.

Pengaturan Yang Diperlukan
Untuk menjaga diri seimbang dan siap untuk bergerak, selalu dalam posisi jingjit/berdiri pada ujung kaki, atau depan kaki Anda. Jangan berdiri bertapak datar atau terjebak pada tumit kaki Anda. Anda tidak bisa bergerak cukup cepat untuk menghentikan siapa pun jika Anda tidak pada posisi berdiri dengan bagian kaki depan anda. Jaga kaki Anda selebar terpisah seperti bahu dan tekuk lutut sedikit dengan pinggul Anda, atau bagian belakang rendah. Jika kaki Anda terlalu berdekatan, Anda tidak akan bisa bergerak cepat di kedua arah.

GUNAKAN TANGAN DAN KAKI ANDA
Setelah Anda berada dalam posisi, pertahanan umumnya dimainkan dengan tangan dan kaki. Ketika pemain ofensif yang menggiring bola, tetap satu tangan rendah pada bola dan satu tangan lainnya yang tinggi untuk menjaga terhadap tembakan atau passing. Ketika pemain ofensif telah berhenti menggiring bola, Anda harus mengangkat kedua tangan ke atas. Hal yang sama berlaku ketika pemain ofensif Anda menjaga tidak memiliki bola (dua tangan untuk menyangkal passing).

Fokus pada pinggang pemain ofensif di depan Anda, terutama jika pemain yang memiliki bola. Mengapa? Pinggang tidak bergerak. Mata, kepala, bahu dan lengan semua bisa bergerak sebelum pemain memutuskan untuk memilih arah. Tapi, pinggang harus tetap di tempat sampai pemain bergerak. Jika Anda menonton bagian tubuh lainnya, sangat mudah untuk mendapatkan tipuan keluar dari posisi. Pemain ofensif dapat memalsukan (melakukan tipuan) semua yang dia inginkan, tetapi pemain yang tidak akan berhasil kecuali seluruh tubuh bergerak. Jadi menjaga mata Anda pada bagian pinggang/pertengahan.

Bergerak dengan pemain ofensif ke samping dengan menggeser ke sisi tujuan tanpa menyilangkan kaki Anda. Kaki Anda harus tetap dibuka selebar bahu dan berat badan harus berada di kedua ujung kaki bagian depan anda (jingjit). Jangan biarkan kaki Anda menyentuh satu sama lain saat meluncur.

Menyadari segala sesuatu yang terjadi di sekitar Anda. Jika pemain Anda menjaga penyerang yang tidak memiliki bola, posisikan sedikit turun kembali beberapa langkah dan menjaga satu mata mengawasi lawan yang dijaganya dan mata satunya lagi untuk mengawasi daerah yang ada bola.

Selalu tetap antara pemain Anda dan keranjang. Juga, mempelajari pemain Anda menjaga. Apakah ia ingin menggiring bola dalam satu arah sepanjang waktu? Apa tangan faforitnya/tangan kebiasaannya ? Pemain muda hampir selalu lebih memilih untuk menggiring bola dengan satu tangan kebiasaan di atas tangan yang lain. Cobalah untuk memaksa pemain melakukan drible pergi ke arah yang berlawanan, atau agar pemain tersebut menggunakan tangan lemahnya.

STRATEGI DEFENSIF
Ada dua strategi defensif dasar dalam basket: man to-man dan zona. Masing-masing memiliki keunggulan yang berbeda yang mudah menjelaskan kepada pemain muda. Misalnya, dalam pertahanan man-to-man, masing-masing pemain ditugaskan untuk menjaga pemain di tim lain. Tugas ini biasanya terjadi secara spontan pada awal Pertandingan di mana setiap pemain cocok dengan pemain yang paling dekat dengan dia. Jika ketidakcocokan jelas, lakukan perubahan tugas pada kesempatan pertama Anda.

Cara terbaik untuk mengajarkan pemain muda untuk melacak siapa yang mereka jaga adalah dengan menghafal nomor jersey pemain lawan itu. Ketika substitusi dimulai, pemain meninggalkan lapangan harus memberitahu rekan setimnya yang masuk menggantikannya “Aku menjaga nomor 20″ sehingga tidak ada kebingungan mengenai siapa yang menjaga siapa pada bermain berikutnya.

MAN-TO-MAN
Dalam pertahanan man-to-man, pemain defensif hanya menjelajah ke mana pun pemain ofensif nya pergi. Itu berarti banyak gerakan. Kunci sebenarnya untuk bek adalah untuk tinggal antara pemain ofensif dan keranjang. Jika tidak, pemain ofensif akan memiliki waktu yang relatif mudah menembak, rebound dan lulus.

Ajarkan pemain yang pertahanan man-to-man menuntut upaya maksimal. Selain berada dekat dengan pemain ofensif, pemain bertahan perlu berada dalam posisi defensif yang tepat – lutut sedikit ditekuk, tangan di udara, siap untuk melakukan gerakan tiba-tiba, atau mencuri bola. Untuk bergerak dengan benar, pemain bertahan harus belajar bagaimana untuk bergerak dari satu sisi ke sisi lainnya serta belakang dan ke depan.

Untuk pemain muda, gerakan / manuver pergerakan menyamping / slide memerlukan waktu untuk belajar. Melakukan gerakan pertahanan menyamping / sliding slide dibuat merupakan bagian rutin dari sesi latihan. Pemain harus mengambil posisi defensif siap dengan tangan dan lengan, dan kemudian bergerak ke kanan, kiri, belakang dan ke depan. Luangkan waktu sejenak untuk menunjukkan latihan dengan benar, dan mengingatkan mereka untuk tetap dalam posisi siap. Setelah beberapa saat, itu akan menjadi kebiasaan rutin.

Pelatih biasanya menggunakan zona pertahanan ketika mereka ingin memaksa tim lawan untuk menembak bola dari luar, atau jauh dari keranjang. Akibatnya, pelatih mengatakan, “silakan, mencoba menembak bola melewati pemain bertahan kami. Karena jika Anda gagal melakukan tembakan, kami akan berada di posisi yang sangat baik untuk melakukan rebound. ”


Bentuk latihan
Menghalangi jalur bola / Deny
Bentuk satu baris di bagian atas daerah bersyarat / key hall (lingkaran di atas garis lemparan bebas). Pemain pertama adalah pemain defensif. Pemain berikutnya menjadi pemain ofensif. Pelatih memegang bola sebagai pemain ofensif mencoba untuk membebaskan diri dan mendapatkan ruang terbuka/spacing. Pemain defensif berlatih posisi defensif yang tepat sambil menjaga dengan satu tangan menutup jalur passing untuk mengelakkan umpan dari pelatih.

PERTAHANAN DAERAH
Dalam zona, masing-masing pemain bertahan ditugaskan untuk mempertahankan daerah tertentu, atau zona sebagai lawan dari pertahanan individu. Terhadap pertahanan zona, pemain ofensif dipaksa untuk mengoper bola di sekeliling pertahanan. Ajarkan pemain untuk tangan mereka selalu diatas (hands up) setiap saat sehingga mereka dapat memblokir dan mencegat/intersept operan yang dilakukan oleh tim yang sedang menyerang/offensive.

Ketika bola datang ke pemain yang sedang melakukan pertahanan zone, pemain bertahan segera langkah dan mencoba untuk membuat sulit bagi pemain ofensif untuk menembak atau mengoper bola. Kadang-kadang tergantung pada jenis zona yang digunakan, dua pemain defensif dapat mengelilingi / melakukan double team, atau perangkap/trape, pemain penyerang yang memegang bola. Dengan dua lengan dan tangan berputar-putar di wajah pemain ofensif, usaha untuk melakukan passing baik, atau mengambil tembakan dapat menjadi hampir mustahil.

Zona menekankan keterampilan rebound solid, dan memaksa tim lawan untuk mengambil tembakan dengan persentase yang lebih rendah didaerah perimeter.
Perlu diingat bahwa dalam banyak pertahanan zona dalam liga tidak diperbolehkan karena begitu beberapa pemain telah mengembangkan sebuah tembakan luar. Zone defense, bagaimanapun, menjadi sangat populer pada saat anak-anak mencapai sekolah menengah. (By the way, kadang-kadang pelatih akan memiliki alternatif tim mereka antara memainkan man to man dengan pertahanan zona selama pertandingan. Hal ini dilakukan dalam upaya untuk sejenak membingungkan dan mengacaukan tim lawan)
defense_image1
1-3-1 Salah satu pemain, biasanya pemain tercepat tim, berada di atas paling depan / top. Tiga lainnya adalah di garis pelanggaran diperpanjang dengan pemain cepat, tapi lebih tinggi. Pemain depan mencoba untuk memaksa pemain yang menguasai bola ke kanan atau kiri di mana pemain defensif lain datang untuk membuat perangkap.

2-1-2 Dua pemain, biasanya yang baik dalam pertahanan, berada di atas garis lemparan bebas, satu di garis tengah , biasanya pemain tinggi/center, dan dua pemain yang turun rendah di kedua sisi bawah, para pemain biasanya pemain cukup tinggi/forward. Tujuannya, seperti dengan semua zona, adalah mengurung pemain dengan bola yang akan masuk ke zona, di mana secara otomatis dua pemain defensif bertemu.

2-3 Dua pemain, biasanya yang kuat dalam pertahanan, yang ditempatkan diatas/depan garis lemparan bebas dengan tiga pemain tinggi lainnya tersebar di garis pertahanan bawah.





TEKNIK DASAR BOLA BASKET : MELAKUKAN TEMBAKAN

 Setiap penembak yang baik dimulai dengan dasar yang sama, apakah mereka menembak lemparan bebas, atau tembakan melompat. Dengan masuk ke posisi yang tepat untuk menembak, tujuan Anda ditingkatkan dan dari waktu ke waktu Anda akan dapat menembak lebih akurat dari jarak yang lebih jauh.


Pada awalnya, bagaimanapun, berkonsentrasi pada pelaksanaan teknik bidikan yang tepat dari jarak dekat. Salah satu cara yang pasti untuk mengembangkan kebiasaan penembakan yang buruk adalah dengan mengambil jarak jauh dari keranjang. Itu tidak berlatih. Itu main-main. Berlatih bidikan yang tepat mungkin yang paling penting mendasar dalam basket karena teknik tersebut harus menjadi otomatis sebelum setiap pemain bisa menjadi ancaman ofensif besar. Itulah juga mengapa melakukan tembakan, lebih dari keahlian lain, menuntut pengulangan.

SELANGKAH demi SELANGKAH
Latihan Dasar Menembak
Dapatkan tubuh persegi Anda ke keranjang dengan bobot yang sama pada setiap kaki dan tekuk lutut sedikit. Jika Anda seorang penembak tangan kanan, kemudian kaki kanan Anda harus sedikit lebih maju – tidak lebih dari lima inci – di depan kaki kiri, menghadap keranjang.

1. Membawa bola ke posisi “lock & load”. Itu berarti membawa bola ke keatas dan depan kepala dengan ujung jari tangan kanan yang akan menembak. Anda seperti seorang pelayan memegang nampan. Gunakan tangan kiri anda sebagai panduan / pengarah. Tekuk lutut anda dan kepala diangkat untuk melihat sasaran / ring.

2. Kunci target Anda dengan mata Anda. Beberapa pemain melihat bagian belakang rim, yang lain berkonsentrasi pada tempat yang lebih depan dari rim. Apapun yang Anda pilih, mengunci di tempat itu. Gunakan tangan Anda yang lain/kiri sebagai panduan. Tangan kiri Ini hanya ada untuk set-up dan membantu menyeimbangkan bola dalam posisi yang tepat. Jangan mencoba untuk menembak bola dengan kedua tangan. Jika tangan kiri terlalu jauh di depan bola, maka akan sulit untuk menembak (terhalangi tangan kiri tersebut) secara akurat. Lakukan setiap langkah sampai terbiasa.


3. Dengan “sistem bimbingan” Anda agar, mendorong bola lurus ke arah keranjang sampai lengan Anda benar-benar lurus dan kunci siku Anda. Jari tengah anda akan menjadi jari yang terakhir bersentuhan dengan bola, Ikuti dengan menghentakkan pergelangan tangan (snap) Anda seperti gerakan melambai ke bawah . Ingatlah untuk menjaga siku Anda menembak selaras dengan tubuh Anda. Dengan begitu lengan Anda harus pergi lurus ke atas dan ke bawah yang akan meningkatkan akurasi Anda.

4. Ketika Anda melepaskan bola, itu harus menggelinding di ujung jari Anda, yang akan mengakibatkan mereka kembali berputar. Jari tengah Anda biasanya memiliki persentuhan terakhir dengan bola. Ingatlah untuk menembak bola dengan ujung jari Anda, bukan telapak tangan Anda. Berlatih menggunakan teknik ini dekat dengan keranjang. Anda ingin menyimpan teknik menembak ini (didalam memori anda) dan ingin mengalami hal yang sama setiap kali. Itulah mengapa penting untuk berlatih dari jarak dekat di awal. Ketika dasar ini sudah dikuasai, Anda akan mampu membawa bola dari menggiring bola atau menerima umpan dari rekan satu tim dan segera melakukan dasar latihan tanpa memikirkan setiap gerakan (karena sudah tersimpan dalam memori otot anda).

LATIHAN MELAKUKAN TEMBAKAN PERTAMA
Lompat, Umpan, Tembak
Manfaat: pengalaman melakukan kegiatan/tugas yang lebih kompleks, sementara meningkatkan konsentrasi, daya kejut otot kaki/ power otot kaki, koordinasi tangan-mata, dan keterampilan menembak dasar.

1. Tempatkan tiga hambatan (handuk digulung) dalam garis 2-3 kaki terpisah menghadap keranjang. Jarak antara handuk terakhir dan keranjang harus dalam kisaran nyaman untuk pemain melakukan tembakan.

2. Untuk memulai latihan, Pemain (A) berbaris menghadap ring, di belakang handuk.
3. Pemain pertama (A1) dengan cepat melompat melewati ke tiga handuk (pemain harus melompat dengan dua kaki pada saat yang sama). Sebagai Pemain (A1) melewati handuk ketiga, Pemain (A1) menerima umpan dari pelatih (X) bersamaan dengan pemain melewati handuk ketiga. Pemain harus mendarat dengan posisi akan melakukan tembakan (untuk penembak tangan kanan: kaki kanan sedikit ke depan, kaki kiri sedikit ke belakang, lutut ditekuk, punggung lurus dan kepala).

4. Setelah mendarat, Pemain (A1) langsung melakukan tembakan melompat, kemudian berlari kecil menjauh dari Pelatih (X) dan kembali mengambil posisi mengantri ,

5. Pelatih (X) harus memutar posisi menembak dengan menempatkan tiga towel pada sudut yang berbeda ke arah ring.
TIP: Beberapa latihan menembak dan pengkondisian mungkin lebih keras terhadap pemain dengan keterampilan menembak yang kurang halus. Juga, cobalah memiliki pelatih kedua atau pembantu di tangan untuk rebound bola basket dan pelatih yang akan melakukan passing kepada pemain. Menggunakan dua bola basket juga akan membantu latihan ini lebih cepat..

LATIHAN TERBAIK:
Semakin sering seorang pemain melakukan latihan dan sedikit pemain yang hanya berdiri sekitar menonton orang lain, semakin baik.
Cobalah dan memecah kelompok latihan untuk tiga atau empat pemain masing-masing (dengan pelatih) jika Anda bisa. Gunakan sebanyak lapangan dan sebanyak keranjang yang tersedia. Jalankan pemain melalui latihan sebanyak mungkin. Jika Anda harus melakukan latihan dengan seluruh tim sebagai sebuah kelompok, menjaga pemain menunggu dalam antrean terlibat dengan menanyai mereka tentang apa yang mereka lihat yang dilakukan benar dan salah oleh para pemain yang sedang menjalankan latihan di depan mereka.

LATIHAN MELAKUKAN TEMBAKAN KEDUA
Tembak dan Slide
Manfaat: Meningkatkan kemampuan dasar tembakan, umpan dan rebound serta teknik sikap defensif dan kekuatan kaki.

Catatan: Ini adalah latihan untuk enam pemain (sekaligus) – dua penembak (A1) (A2), dua pejalan kaki (B1) (B2) dan dua rebounders
(C1)(C2).
1. Para penembak (A1) (A2) dimulai pada sisi ujung garis tembakan bebas (elbow) kanan dan kiri siap untuk menerima operan dari (B1) (B2), yang ditempatkan di belakang baseline / bawah ring. The rebounders (C1) (C2) berada di bawah keranjang searah jalur menembak dari sudut garis tembakan bebas/ elbow.

2. Pemain (A1) (A2) menerima operan dari pemain (B1) (B2), melakukan tembakan dan berlari cepat arah ke baseline. Pemain (A1) (A2) kemudian turun ke dalam sikap defensif menghadap keluar lapangan dan melakukan gerakan berpindah kesamping kanan dan kiri / sliding slide / slide steps. Pemain (A1) dengan bertumpu kaki kanan melakukan pivots, membawa kaki kiri kembali (“drop langkah”). Pemain (A2) melakukan hal yang sama di sudut kiri, bertumpu dengan kaki kiri di sideline dan menjatuhkan kaki kanan kembali. Pemain (A1) (A2) kemudian berlari / loop kembali ke kanan dan sudut kiri (elbow) dengan tangan “dan siap” untuk menerima umpan dari pemain (B1) (B2). Pemain (A1) (A2) menangkap bola, menghadap ke keranjang, menembak lagi dan ulangi latihan.

3. Setelah 5-10 putaran berjalanan, penembak (A1) (A2) menjadi rebounders (C1) (C2), rebounders (C1) (C2) menjadi pengumpan, dan (B1) (B2) menjadi penembak (A1 ) (A2). Apakah para pemain menjalankan latihan dari kedua sisi dari lapangan. Jawabannya harus berlatih dikedua sisi .
shooting_image1

LATIHAN MENEMBAK KETIGA
Latihan Flat Back
Berbaringlah telentang dan latihan menembak bola langsung ke udara. Jika Anda menggunakan teknik yang tepat, bola harus datang lurus langsung ke bawah. Jika ia pergi ke satu sisi atau yang lain, periksa tangan panduan Anda (tangan kirinya). Pastikan Anda memperpanjang lengan Anda lurus ke atas dan melakukan snap, menekuk pergelangan tangan Anda ke bawah.
shooting_image2
Pertandingan Menembak Dalam Tim
Bagilah tim menjadi dua kelompok, satu di kedua ujung lapangan. Kedua tim mulai 10 sampai 15 kaki (3 s/d 4.5m) dari sisi kanan atau kiri dari keranjang. Pemain pertama mengambil tembakan. Jika ia gagal, pemain berikutnya menembak dari tempat yang sama (jika masuk berpindah ke spot berikutnya, dimana ditentukan terlebih dahulu 10 spot tempat melakukan tembakan). Seluruh kelompok bergerak ke tempat berikutnya segera setelah seseorang membuat tembakan masuk dari posisi nya. Tim yang menang adalah kelompok yang dapat mamasukan disemua 10 spot tembakan: sudut, antara sudut dan garis lemparan bebas, lemparan bebas, ruang berlawanan antara garis lemparan bebas dan sudut, sudut yang berlawanan – dan kembali sebelum tim lain.


Sumber 
http://jrnba.asia/indonesia/id/2014/03/07/10-basketball-fundamentals-shooting-2/